Desember 02, 2012

menjemput rejeki

#musicturnof-girls' generation oh!
musiknya saya matikan, takutnya saya nulis tambah ngawur kalo dengar lagu ini.
ehm, entah berapa abad saya tidak menulis lagi disini. oke terdengar lebay. tapi memang sudah lama bukan?
saya menulis karena saya ingin.
banyak yang ingin saya tulis. banyak yang ingin saya ungkapkan.
tapi sepertinya sulit buat terurai satu persatu. semuanya sudah mengusut berkait satu dengan yang lainnya mengalahkan benang rajutan kakakku yang kusut bertaut awut-awutan.
seperti, saya senang sekaligus bangga, melihat teman-temanku, teman-teman seperjuangan waktu kuliah, waktu masih sekolah dulu telah memiliki karir. bahkan ada yang berani mengadu nasibnya merantau di ibukota kita tercinta. dan mereka sukses. mereka bisa. senangnya mendengar kabar itu. senang, sekaligus iri dan sedih. saya yang seangkatan dengan mereka, yang wisuda bersama mereka setahun lalu bahkan belum bisa memulai karir saya. sedihnya. sedih saat orang-orang mulai bertanya soal karir, kerja dimana, blah..blah..blah.. sepertinya saya tidak seberuntung mereka.
yang lain berkata dan menyemangati, "sabar, smua ada waktunya". "sabar, rejekinya belum disitu". "sabar, semangat, kamu masih ditakdirkan buat bantu teman-teman kita dan orang lain yang butuh kamu" dan blah..blah..blah lainnya.
omagat! entah bagaimana saya menggambarkan perasaan saya, mengrafikkan tingkat stress saya, depresi mulai mendekat. untung masih eling, tidak nekat bunuh diri. hahaha. Allah masih sayang saya, saya masih sayang Allah, masih sayang ibu, bapak, teman-teman dan para fans saya. hehehe
iyah, rejekinya belum datang. mau dijemput, tapi saya tidak tau sekarang dimana dia menunggu. dia lewat jalan mana buat datang ke saya.
dan tiba-tiba saya mengingat firmanNya dalam surah ar-rahman, "maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
sungguh tidak ya Allah, tidak ada. :)
terima kasih untuk tidak membuat saya jatuh gila dan depresi.
:)

September 21, 2012

manis temannya pahit

manis tak akan ada jika kita belum pernah merasakan yang namanya pahit, begitu juga sebaliknya. ini hanya pendapat personal saya saja. tadi pagi, saya bermimpi dikejar preman cilik, saya berlari, menemui sebuah masjid, mengambil air wudhu. ketika ingin memasuki masjid, lengan kanan atas sepertinya tersangkut benda tajam dan keras, saya rasa itu pagar besi milik si masjid. anehnya, rasanya tidak mau hilang. hingga serangan kedua datang, saya kaget, terbangun, refleks, melempar sarung buluk kesayanganku. dan engingeeeng...seekor lipan ukuran sedang keluar dari balik sarung saya. shock! kaget! saya baru saja digigit lipan. awalnya saya coba tenang, mencari minyak gosok, mengusapkannya pada yang luka. tapi tidak berhasil, semakin parah, semakin sakit. refleks menghubungi bapak, dan seketika itu, air mata saya mengucur keras, saya menangis sejadi-jadinya, seperti anak kecil. harus merasakan sakit yang amat sangat sementara ibu dan bapak berada jauh di ujung sana. mereka tidak didekatku. oke, saya akui saya cengeng.
setelah mendapatkan pertolongan pertama dari orang rumah, paginya saya bergegas ke puskesmas terdekat, memeriksakan kondisi saya ke yang berwenang, dokter. diberi obat setelah diperiksa sekaligus mendengar reaksi dan komentar orang-orang yang ada di ruang periksa, dokter, perawat, sampai pasien. intinya,,,,double wow buat saya! -___-"
dokter bilang, saya harus segera diberikan suntikan TT. entahlah itu suntikan apa, yang jelas katanya suntikan ini berfungsi untuk melumpuhkan racun yang disalurkan si lipan tadi saat menggigit saya. yes pengalaman pertama di gigit serangga yang punya bisa. semoga kalian tidak mengalami hal yang sama dengan saya. akhirnya saya ke UGD puskesmas tadi, dan berita bagusnya, mereka tidak punya persediaan vaksin TT. greaaat...saya tidak mau mati di puskesmas yang pelayananan pegawainyanya "agak-agak" dan jauh dari ibu bapak. mereka menyarankan untuk datang keesokan harinya atau ke puskesmas terdekat. oke...reaksi pertama saya nganga kayak orang tolol, bingung, marah, depresi, mau gila. saya kena racun lipan dan saya harus segera mendapatkan vaksin itu. setelah blablablabla...saya  akhirnya ke puskesmas lain yang terdekat, akhirnya dapat suntikan TT. alhamdulillah. tentunya setelah mendapat reaksi wow-wow-wow dari perawat dan dokter (lagi). saya disuntik dengan perasaan gembira. alhamdulillah. pagi yang pahit diakhiri dengan sesuatu yang manis. 

sorenya, saya memenuhi janji dengan kawan lama saya setelah berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan mencocokkan jadwal untuk ketemuan (sumpah, bukan bermaksud untuk sok) akhirnya kami setuju untuk bertemu hari ini. dengan kondisi yang belum fit, masih linglung, dan kadang-kadang harus menahan nyeri sekaligus sakit mahadahsyat dari bekas gigitan si lipan tadi (oke ini agak sedikit lebay) akhirnya saya memenuhi janji saya. sembari berpikir, kenapa saya memaksakan janji ini, tentunya teman saya tadi akan maklum dengan kondisi saya jika saya berterus terang. hidup selalu dihadapkan kepada pilihan-pilihan, dan sepertinya sore itu saya memilih keputusan yang agak salah (sedikit pahit karena pertimbangan yang tidak jelas). kami bertemu, makan pizza sampai puas, bertukar cerita mengenai kehidupan kami sekarang, mengenang cerita yang lalu, yang lampau, bertahun-tahun lalu, tertawa, mengenang beberapa eh sebagaian besar eh semua cerita masa lalu. (waktu yang manis, saat ini saya lalui).

sore kami diakhiri dengan berita berpulangnya adik teman kami, adik sahabatku. dia "diambil" ketika kampusnya bentrok, entah apa penyebabnya. kaget dan sedih mendengar kabar ini. kuputuskan menghubungi kakaknya, akhirnya kami berkomunikasi setelah sekian lama terlupa. seperti biasa dia tetap dia yang sabar, yang stay cool, dia yang ahli dalam menyembunyikan emosinya. dari suaranya dia tabah, tapi saya tau dia tidak. saya tidak tau harus mengatakan ini manis atau pahit didalam kondisi seperti ini. saya senang karena akhirnya saya bisa berbicara dengannya setelah sekian lama, tapi juga teramat sedih karena topik yang mempertemukan kami adalah adiknya yang harus duluan pergi menghadapNya. dan, kita tak pernah sadar sampai sesuatu itu benar-benar hilang dan pergi meninggalkan kita jauh, selamanya. yang tinggal hanya "seandainya". semoga amalan-amalan adiknya mendapat tempat yang layak di sisi-Nya, semoga kamu dan keluarga besarmu, ikhlas dan tabah menghadapinya. al-fatihah. 

dalam sehari banyak manis dan pahit yang terlewati setiap detiknya. itulah hidup. saya rasa.



salam 


ndah

Agustus 27, 2012

jeruji

mata bulat polosnya memandang lurus ke luar rumahnya yang tak berhalaman. rambut ikal keriting tuiltuilnya membingkai lucu wajah polosnya. setiap pagi dia sudah siap di depan pagar rumahnya. dengan muka polos bangun tidur, memakai kaos kesukaannya, popok yang mungkin telah penuh terisi sejak semalam dan sepeda biru berkeranjangnya. mondar-mandir sambil mengayuh sepeda birunya di teras rumahnya yang tidak seberapa luas. sambil terus mengawasi wilayah di luar rumahnya. menunggu saat yang tepat ibunya membuka pagar, dan dia bisa langsung melesat keluar melewati pagar dengan sepeda birunya. kadang dia memintaku untuk membebaskannya dari jeruji itu. dengan kalimat yang terbata dan tidak jelas khas balita, dia meminta dengan tatapan mata polos namun tersimpan akal bulus khas anak-anak dibaliknya. ahahaha...pagi yang penuh warna selalu kulalui dengannya. saat yang paling indah baginya saat senja mulai menjemput mentari. saat itu, terkadang ibunya membuka jeruji pagarnya. dengan senyum riang, mata bulatnya membesar, dan tawa nyaring membuncah. segera dia kayuh sepeda birunya sekencang mungkin, mencoba menantang angin barangkali. memutari kompleks berkali-kali. sambil berceloteh dengan bahasanya sendiri. rambut keriting ikalnya terbang terbawa angin, melambai-lambai pada dedaunan gugur beterbangan. 
"hahahaha...ini saatnya saya bisa menemuimu, kapan kau bisa membawaku terbang?menjauh dari jeruji itu?"

Agustus 05, 2012

kembali bertanya tentang

satu ketika, saat saya diam dan menerang. kembali tanya itu terngiang. 
saat jawabnya masih mengambang di udara melayang bersama atom tanpa tujuan.
entahlah apa yang nanti menunggunya.
hanya saja masih meragu. saat hitamnya hari tak sepekat biasanya,
saat diam terusik sunyi yang semakin riuh.
apakah masih ada kamu denganku yang senang mempermainkan nasib.
yang membelokkan realita dan memutar akhir menjadi awal.
apakah pahit masih mampu kita ubah menjadi semanis gulali.
tak ada lagi tanya yang sempat terucap, karena sayangnya lidah keluh berucap
dan mulut terkunci malas untuk mengutarakan.
entahlah, demi sepekat malam yang memudar dan hening yang terusik senandung bisu.
tanya mengambang hampa di ruang penuh jawab.

Mei 31, 2012

siang itu di depan kelas

enam tahun yang di depan kelasku. saya memanggilnya, untuk duduk bersamaku, bersila di koridor depan kelasku. siang itu, kami tidak belajar, kelasnya juga tidak. guru-guru mungkin sedang rapat, membicarakan ujian akhir kami yang semakin dekat. 
dia datang, duduk bersila di dekatku. gayanya kikuk, seakan malu, atau enggan duduk bersampingan denganku? entahlah. beberapa temanku juga sedang duduk santai di koridor itu, membahas sesuatu yang entahlah itu apa.
"kenapako, kayak jauhika'? " kubuka percakapan dengannya.
"ngg...masa'? io kah??"
"io. ndadami smsmu kalo malam, nda kokasih bangunka juga kalo subuh, marahko sama saya?"
"......."
"io?!! marahko? maafkanka kalo ada salahku sama kau, janganko bede' marah, siapami nanti kerjakan ka tugas matematikaku kalo nda tauka kerjakanki?"
"......"
"baku teman meq lagi bede'...nda boleh orang baku bombe' marah tuhan, apalagi tetangganki', tetanggaan kelaski juga.."
"......nda marahka sama kau, nda mungkinka marah sama kau" dia mulai bicara.
"trus?? kenapa pale'na?"
"kenapa muncul terusko dipikiranku, semua yang kukerjakan pasti kuingat terusko, biar sholat..."
dia menatapku. seeeet...ampun. tatapannya aneh, dalam, ada sesuatu tapi saya tidak tahu itu apa. ditatap olehnya membuatku ciut, kikuk, salah tingkah. seumur-umur saya tidak suka ditatap. 
"iih,,,kenapako liatika kek begitu? janganko, malu-maluka" 
kucoba mencairkan kekikukan dan ke-krikkrik-an yang beberapa menit datang di sekitar kami.
"kenapako pikir trus ka'? iih...biar sholat? astaghfirullah...berarti nda khusyukko itu? setan itu mungkin..."
berpikir kembali, kalo yang dia pikirkan saya, trus kukatakan mungkin saja itu setan, berarti...saya??
"iih,,berarti koanggap setanka'? yang ganggu ibadahmu, yang ganggu semua pikiran-pikiranmu???!! iihh...jahatmu!"
"bukan,,bukan begitu, bukan...bukan yang kayak begitu" bantahnya.
"trus?"
"karena......."
"karena apaaa?"
"karena kusukaki', kusayangki'...lamami"
"hheeeh??? masa'?? kapan? sejak kapan?"
"lamami...kenaikan kelas XI"
"masa?! kenapa bisa? kenapa kosuka ka'? pintar tidak, cantik apalagi. perasaan banyak teman-teman ta yang cewek yang sukako, kenapa ke saya?"
"......."
"kenapa bisa kosuka ka'? ada pasti alasannya, atau sakitko iyo?" kupegang dahinya, memeriksa suhu badannya, panas atau tidak. normal. dia tidak sedang sakit. dia tidak sedang mengigau. dia sadar.
"kenapa kosuka ka?"
"tidak tau juga, tidak tauka kenapa bisa kusayangki, kusukaki, tidak tau, datangji tiba-tiba. yang kutahu. kusayangki"
sigh,,,


siang itu, enam tahun yang lalu di koridor depan kelasku. 

Mei 27, 2012

menunggu subuh

jangan heran atau bertanya-tanya kenapa akhir-akhir ini saya aktif mengisimu (kepedean yang ckckck). tak ada  alasan atau sebab yang mengakibatkan ini terjadi, sebenarnya ada,tapi saya rasa saya tidak perlu membeberkannya disini. tapi jika kamu memaksa, baiklah saya katakan rahasia saya ini, saya punya "temanpintar". teman yang membuat saya bisa lumayan aktif untuk men-doodling-mu (istilah baru yang kudapat tadi siang saat berselancar). 
saat ini waktu menunjukkan 15 menit menuju jam 3 pagi. hehehe...dan detik ini juga mata saya belum capek, kantuk belum terasa, moodku layaknya dipagi hari. senang riang dan gembira, seperti ingin ke sekolah, seperti ingin ke kampus. bukan untuk belajar sebenarnya, untuk bertemu teman-temanku sekalian yang ada di sana. 
:D
tadi setelah menonton om-om sheila on 7 main di salah satu program di acara tv swasta, saya sholat, melanjutkan kebiasaanku setelah sholat. setelahnya, saya onlen sebentar, nge-twit, me-replay beberapa kicauan teman saya, ngobrol sebentar di fb via chatting dengan teman yang menyuruh saya tidur (bukanka anak kecil yang harus disuruh tidur baru mau tidur -,-), karena bosan, saya buka kamu, iya kamu, blog saya. terus saya liat beberapa blog teman yang terupdate, membacanya, kemudian berekspresi sedikit dan diam. setelahnya, saya membaca blog salah satu penulis kesukaan saya, yang blognya saya tautkan di blog saya, jadi kapanpun dia update saya bisa langsung membacanya. lumayan lama saya membacanya, membuatku berpikir, merenung, tersenyum, hampir mewek saat mencerna setiap rangkaian kata yang dia tulis. 
hati rasanya tergerak untuk membongkar-bongkar. berpikir untuk membongkar kamar, kamar saya sudah terlalu berantakan untuk diberantakan lagi. akhirnya saya kembali membuka fb, dan membongkar foto-foto yang telah di-tag sama teman-temanku di fb. foto pertama, foto kedua, ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya , seterusnya, dan...jjjeeeeng...tiba di satu foto. foto yang di-tag-kan temanku beberapa waktu yang lalu. saya tidak begitu ingat kapan tepatnya, yang jelas dia juga sempat meng-mms saya dengan foto yang sama. 
melihat foto itu, saya jadi ingat sama dia. dulu kita sahabat, berteman bagai ulat, yang siap jadi kupu-kupu. hahaha...tapi memang benar, kami dulu lumayan akrab. salah satu temanku yang merelakan uangnya untuk mentraktirku menonton film-film bertemakan marvel di bioskop. kegiatan menonton itu sempat terlaksana selama beberapa tahun. tapi sekarang sudah tidak. sudah tidak lagi, berhenti secara otomatis, karena semuanya datang dari saya. salah saya. prasangka dan emosi yang membuat semuanya terhenti. emosi sesaat yang meraja hingga amarah terlampiaskan kepadanya. maafkanka... entah sudah berapa sms permintaan maaf telah kulayangkan kepadanya. tidak dibalas. nihil. diamnya sungguh menyiksaku. hiikkss...sedihnya. semakin sedih dan bersalah saat beberapa waktu yang lalu saya nonton the avangers. setahun sebelumnya kita sudah janji, untuk menonton film ini sama-sama lagi. dia janji akan mengajak saya. ternyata takdir menuliskan lain teman-teman. saya terlanjur merusak, merusak, mengoyak, mencoret-coret, mencabik, merotto'kan segalanya. sekali lagi maafkanka teman. semakin tambah bersalah saat melihat foto kami, bertiga dengan satu temanku yang lain. saat itu dia menjemputku di kampus, untuk menghadiri acara keluarga temanku yang satunya lagi. 
sungguh, emosi dan prasangka jangan diiyakan saat dirasa mulai mendesak hati, menendang pikiran untuk segera dilampiaskan. sebelum terjadi, cepat-cepat minta ampun sama Allah, cepat-cepat ucap astaghfirullah banyak-banyak. dzikir yang banyak biar setan-setan yang berorasi mempengaruhimu untuk menunaikan emosi dan prasangka terhalang sama dahsyatnya kekuatan dzikir. hhhhhhffft....sudah lama kita tidak saling sms, saya kangen dengan sms ajakannya untuk nonton bioskop bersama. -__-"
maafkanka teman. sepertinya marah tojengko sama saya. jadi bemana ma'? nda mau mko baikan sama saya?? fatal sepertinya ucapanku di'? :'(
diammu, kehilanganmu, sangat menyiksa tauk! selain karena rasa berdosa dan bersalah yang tiap hari tertumpuk (apalagi kalau kuingatko), menyiksa karena nda bisama dapat tiket nonton gratis dari kamu lagi. hheeiikks...maafkanka...semoga koingatka, koingat waktu sama-samaki, terus mau mko berteman lagi sama saya :) aaamiin.






ndah

Mei 24, 2012

anak bapak,anak ibu juga




ada yang bilang, kalau anak perempuan dalam sebuah keluarga cenderung dekat dengan figur seorang ayah. apalagi jika dia adalah putri semata wayang dengan tiga saudara laki-laki. itu saya, sama dengan saya. saya anak ketiga dari tiga saudara laki-laki. dua kakak laki-laki dan seorang adik laki-laki. jadi di keluarga kami, yang tercantik tentu saja, hanya saya dan ibu. tapi saya tidak bisa menandingi kecantikan ibu. ibu sangat cantik :)
saya anak ayah, eeh, saya anak bapak. saya memanggil ayah saya bapak, terkadang papah kalo lagi malas menyebut "ba" sebelum "pak" dalam kata "bapak". sejak sebelum saya lahir, bapak sangat ingin anak perempuan. karena telah memiliki dua jagoan kecil dalam keluarga kecilnya, kakak-kakak laki-lakiku. setelah melahirkan kakakku yang nomor dua, ibu mengalami masalah pada rahimnya. ibu kena kista, semacam benjolan daging menumpang yang tumbuh di rahimnya. karena itu, ibu harus dirawat lama di rumah sakit. tiga bulan lebih banyak. cerita ini kudapat dari ibu dan bapak, sudah lama, saya masih kecil saat itu. entah umur berapa,lupa, tapi cerita itu sangat membekas di benakku. karena ibu sakit, jadi program mendapatkan anak perempuan tertunda beberapa tahun. itu sebabnya jarak kelahiran antara saya dan kakak sebelumku lumayan jauh, tiga tahun. kakakku yang pertama dan kedua memiliki selisih umur dua tahun. selisih umurku dan adikku malah hanya 20 bulan, sekitar setahun delapan bulan. tapi umur saya dan kakak sebelumku tiga tahun. ini dikarenakan sebelum ibu mengandung saya, ibu sakit karena kista. saat dilahirkan, ibu bilang posisi saya dalam kandungan sunsang, karena saat masa kehamilan ibu dan anaknya-saya-yang masih dalam kandungan sangat aktif. kata orang, anak yang dilahirkan sunsang memiliki kelebihan atau sesuatu yang istimewa, tentu saja memiliki ibu yang hebat, karena mampu melahirkan anaknya yang dalam kondisi sunsang. hehehe...itulah saya. kata bapak, saat saya dilahirkan dia mengira anak ketiganya akan laki-laki lagi, ternyata perempuan! alhamdulillah :)
itulah sedikit kisah kelahiranku. 
karena tidak memiliki saudara perempuan, saya cenderung mengikuti semua kebiasaan dan tingkah laku yang dilakukan saudara-saudaraku. jadi tingkahku, tidak berbeda dengan saudara-saudaraku. seperti laki-laki. tomboy kata orang. ibu sempat berkelakar "anak ibu itu semuanya laki-laki"
"ibu, kan saya perempuan!" bantahku.
"ooh...kamu perempuan yah nak?? ibu kira laki-laki, kan rambutnya tidak pernah panjang, jarang dandan, tidak suka pake rok, sukanya pake celana dan keliaran main sama anak-anak cowok", katanya sambil menahan tawa.
-_____-" 
bukannya ibu dan bapak tidak mendidik saya sebagaimana mestinya, untuk menjadi seorang anak perempuan. tapi sejak kecil saya suka berontak saat didandani ibu. kalo pake rok,duduknya selalu berantakan tak karuan, sampai suatu hari ibu memakaikan saya rok, dan hasilnya saya jatuh, cium tanah, kepala bocor dan menghasilkan lima jahitan manis di jidat sebelah kanan kepalaku. mungkin saat itu, bapak kapok membelikan saya rok. bapak lebih memilih membelikan celana, baju dengan gambar karakter kartun yang tidak feminin. bahkan bapak pernah membelikan kaos dengan gambar satria baja hitam,sama seperti kaos ketiga saudara laki-laki saya. bajunya keren,  gambarnya timbul, saya suka. tapi ibu tetap hobi membelikan dan memakaikan saya pakaian perempuan.  
sejak kecil saya sudah dekat dengan bapak, apa-apa ke bapak, mau tidur sama bapak (saya suka saat bapak menidurkan saya dengan menggaruk belakangku atau tidur di antara kakinya, waktu kecil saya suka memeluk kakinya), potong kuku sama bapak, kemana-mana sama bapak, ke dokter sama bapak, lebih suka mengeluh sama bapak, kemana-mana selalu menggandeng bapak, sampai sekarang saya lebih suka sms-an sama bapak, (ibu sampai hari ini belum bisa sms-an, lebih suka menelpon), lebih suka minta iniituuang sama bapak (hehehe). sampai detik ini masih suka pake baju bapak, masih suka minum dari gelas bapak, masih suka makan dari piring yang sudah dipake sama bapak, saya sebut itu piring bapak. piring bapak sangat kontroversial, tak jarang saya harus berkelahi, perang dingin, serang kata-kata dengan adik saya untuk membuktikan siapa yang pantas makan di piring bapak (aneh memang).kata orang-orang saya anak bapak. saya tidak menolak itu. saya memang anak bapak, saya sayang bapak. tapi, tahukah kamu? saya juga anak ibu, kalau lama tidak bertemu ibu, riiiiinnndddu sekali...ujung-ujungnya hanya bisa mewek, mau sms ibu, ibu belum bisa smsan, mau nelpon, pulsa saya cuma cukup buat nge-sms...maklumlah...irit. hemat pangkal kaya. maunya ditelpon ibu. tapi ibu itu unpredicteble. pokoknya, rumit, ribet, rempong, saya harus mempelajari tabiat ibu selama 20 tahun. sampai sekarang saya masih dalam tahapan itu, mempelajari dan memahami. 
tingkat pemahaman saya ke ibu, meningkat tajam, saat saya menginjak masa kuliah. karena waktu kuliah ibu dan bapak tinggal terpisah dengan saya. hadduuuuh...tojeng....susah sekali, apalagi awal-awal kuliah. di otakku hanya mau ibu, mau di rumah sama ibu, mau masakan ibu, kangen sama omelan ibu, kangen sama suara ibu, kangen sama cara ibu memanggil saya, kangen sama sapaan khasnya ibu ke saya, pokoknya semua-semua yang ada di ibu, saya rindukan. kalau ibu dan bapak berkunjung ke kota tempat saya kuliah. haaaaduuuh...senangnya bukan main. senang karena bisa ketemu bapak sama ibu. senang karena bisa manja-manja sama bapak, manja-manja sama ibu juga. senang  bisa rasakan masakan ibu, senang bisa dengar suara ibu, omelan ibu, cerita-cerita ibu (ibu suka curhat pemirsah), senyum-senyum sendiri kalau ibu memanggil saya dengan panggilan khususnya buat saya. hihihihi...senang bisa tidur berdua sama ibu (kalau tidur, ibu suka memeluk saya, saya sesak susah napas karena ibu meluknya kuaaat, tapi saya senang) senang bisa bercanda sama-sama ibu, (kami suka bercanda) saya akhirnya bisa sama ibu. senang akhirnya bisa sama bapak juga. kalau saya sakit, cengengnya datang, kata pertama yang terucap pasti "ibu", bukan "bapak". apa-apa sebut ibu, kaget sebut ibu, teriak ucap ibu, semua ibu. jadi? sebenarnya saya ini anak ibu juga. bukan cuma anak bapak. saya anak bapak dan anak ibu juga. saya saaaangat sayang keduanya. sayang bapak ibu. mereka orang tua paling keren, paling hebat, paling awesome, di duniaku. duniaku. yaak...duniaku, dunianya saya. jadi kalau ada yang bilang saya ini anak bapak, saya tidak menolaknya, tapi heei...kalian harus tahu, saya anak ibu juga kaaalleee...
saya ini anak bapak ibu. 
:)