hari ini...senaaaaang banget...
dreams come true gitu deeh...
ahahaha,,,
roti maryam...roti maryam,,,roti maryam,,,yang sejak lebaran 2 tahun lalu kuidam-idamkan akhirnya bisa kurasakan dengan lidahku sendiri...mmmm...sayang si rido' bawa roti maryamnya gak lengkap. kenapa begitu?karena meskipun roti yang dia bawa banyaknya lumayan buat diabisin seangkatan calisto7 (lebay) tapi tetap aja kagak lengkap...secara dia bawa roti maryam tanpa kuah kari,,,uuugggh,,,jadinya kita makan rotinya kering gak jelas gitu.
akhirnya...roti maryamnya ditemenin sama kuah mie ayam...ahahaha,,,aneh,,,
tp kata si rido' (dgn wajah serius, tp kurang meyakinkan menurutku) roti maryam juga enak ditemenin makan sm kuah mie ayam...
akhirnyaa...saya dan teman2 yang masih lugu dan tidak tau apa2 soal perotimaryaman...akhirnya makan rotinya dgn kuah mie ayam...
ahahaha,,,
tapi, jujur,,,rotinya enaaak...walopun gak ditemenin sm kuah kari,,tetap aja enak...
*pokoknya tulisan ini gak boleh dibaca sm raidah intizar...a.k.a rido'...haram,,,nnti belagunya nambah besar...
oke...
sekian
ndah
Oktober 11, 2010
Oktober 09, 2010
emosi dan kita
sering kali kita lupa dengan apa yang seharusnya orang rasakan jika kita berada pada posisinya. ego kita mengalahkan semua rasa tenggang rasa yang sejak SD telah diajarkan dengan sabar oleh ibu guru kita. semuanya menjadi salah manakala apa yang kita inginkan ternyata tidak sesuai dengan harapan kita. kita menuntut agar semuanya berjalan semestinya, seperti apa yang kita inginkan. naif sekali...
apakah setiap kali kamu merasa sedih, maka saya juga harus bersedih? tanpa adanya rasa pengertian dari dirimu tentang apa yang sebenarnya saya rasakan. bisa saja pada saat itu saya merasa amat sangat senang karena mendapatkan berkahan limpahan dari-Nya yang tak ternilai... jalan-jalan keliling Eropa misalnya?? atau mendapatkan voucher belanja gratis di smua toko buku yang ada di kota ini, dengan limit harga yang...bisa dibilang tidak sedikit untuk ukuran seorang saya. apakah saya juga harus merasakan kesedihanmu dan harus larut kedalamnya seperti apa yang sedang terjadi padamu? terpuruk, sedih, marah pada situasi yang mengharuskanmu merasakan kesedihanmu itu? lalu bagaimana dengan rasa bahagia yang kurasakan pada saat yang bersamaan dengan rasa kesedihanku?? should I ignore it???
kasihan skali saya...harus ikut merasakan kesedihanmu dan membuang kesenanganmu.
apa jadinya dengan kebahagiaanku? bisa saja rasa bahagia yang sekarang saya rasakan adalah kebahagiaan yang datang untuk terakhir kalinya dalam hidupku. lalu apakah kamu mau bertanggungjawab dengan bersedia menghadirkan bahagia itu yang nilainya setara dengan kebahagiaan yang seharusnya kurasakan saat kamu malah menuntutku jatuh jauh ke dalam kesedihanmu?
lupakan soal kasus BAHAGIA tadi. anggaplah disaat kamu sedih, saya juga merasakan hal yang sama, hanya saja rasanya 100 kali lipat lebih parah dibanding dengan apa yang kamu rasakan. apakah kamu rela jatuh bersedih, bermenye-menye merasakan kesedihan bersamaku???
kita memang terikat oleh rasa kebersamaan yang sudah lama kita rajut bersama. rasa yang amat sangat sayang untuk kita pecahkan hanya karena ego yang tidak berarah.
haruskah kita larut dalam emosi kita yang berkepanjangan?
ada baiknya, dan memang sebaiknya, mulai sekarang kita harus belajar memahami situasi orang lain saat kita merasa kitalah yang paling penting untuk diperhatikan saat ini.
baiknya kita merasakan apa yang dia rasakan dengan belajar menempatkan diri kita di posisinya.
apa salahnya dengan rasa toleransi?
apa yang salah dengan pengertian???
saya akan belajar keras untuk ini, belajar dengan mulai memahami apa yg saya tulis saat ini,
mulai belajar memahami apa yang saya rasakan saat ini, kemarin, dan mencoba menerka apa yang saya rasakan esok hari.
saya akan belajar dan berusaha.
dan alangkah baiknya, jika kamu juga mau berusaha seperti saya.
belajar memahami diri kita dan orang lain.
tidak lain, karena saya sebenarnya menyayangimu...
pelukku untukmu
Ndah
apakah setiap kali kamu merasa sedih, maka saya juga harus bersedih? tanpa adanya rasa pengertian dari dirimu tentang apa yang sebenarnya saya rasakan. bisa saja pada saat itu saya merasa amat sangat senang karena mendapatkan berkahan limpahan dari-Nya yang tak ternilai... jalan-jalan keliling Eropa misalnya?? atau mendapatkan voucher belanja gratis di smua toko buku yang ada di kota ini, dengan limit harga yang...bisa dibilang tidak sedikit untuk ukuran seorang saya. apakah saya juga harus merasakan kesedihanmu dan harus larut kedalamnya seperti apa yang sedang terjadi padamu? terpuruk, sedih, marah pada situasi yang mengharuskanmu merasakan kesedihanmu itu? lalu bagaimana dengan rasa bahagia yang kurasakan pada saat yang bersamaan dengan rasa kesedihanku?? should I ignore it???
kasihan skali saya...harus ikut merasakan kesedihanmu dan membuang kesenanganmu.
apa jadinya dengan kebahagiaanku? bisa saja rasa bahagia yang sekarang saya rasakan adalah kebahagiaan yang datang untuk terakhir kalinya dalam hidupku. lalu apakah kamu mau bertanggungjawab dengan bersedia menghadirkan bahagia itu yang nilainya setara dengan kebahagiaan yang seharusnya kurasakan saat kamu malah menuntutku jatuh jauh ke dalam kesedihanmu?
lupakan soal kasus BAHAGIA tadi. anggaplah disaat kamu sedih, saya juga merasakan hal yang sama, hanya saja rasanya 100 kali lipat lebih parah dibanding dengan apa yang kamu rasakan. apakah kamu rela jatuh bersedih, bermenye-menye merasakan kesedihan bersamaku???
kita memang terikat oleh rasa kebersamaan yang sudah lama kita rajut bersama. rasa yang amat sangat sayang untuk kita pecahkan hanya karena ego yang tidak berarah.
haruskah kita larut dalam emosi kita yang berkepanjangan?
ada baiknya, dan memang sebaiknya, mulai sekarang kita harus belajar memahami situasi orang lain saat kita merasa kitalah yang paling penting untuk diperhatikan saat ini.
baiknya kita merasakan apa yang dia rasakan dengan belajar menempatkan diri kita di posisinya.
apa salahnya dengan rasa toleransi?
apa yang salah dengan pengertian???
saya akan belajar keras untuk ini, belajar dengan mulai memahami apa yg saya tulis saat ini,
mulai belajar memahami apa yang saya rasakan saat ini, kemarin, dan mencoba menerka apa yang saya rasakan esok hari.
saya akan belajar dan berusaha.
dan alangkah baiknya, jika kamu juga mau berusaha seperti saya.
belajar memahami diri kita dan orang lain.
tidak lain, karena saya sebenarnya menyayangimu...
pelukku untukmu
Ndah
September 02, 2010
dan....
menjawab postingan sebelumnya,,,,
tugas saya belum jadi teman-teman....
aaarggghhh...apa yang harus saya lakukan....
doraemon datanglaaah,,,,
tugas,,,oh tugas,,,,(keluhan seorang prokrastinator)
sebenarnya...tulisan ini akan saya posting setelah segera setelah saya menulisnya...tp...kantuk sudah tak bisa tertahankan...dan...tidur deeeh...hehehe...ini adalah sedikit curhatan s'orang prokrastinator karena dgn prokrastinasinya yg sudah tidak dapat ditolerir lagi...akhirnya bisa menjadi seperti ini,,,,ckckck...
12.45
2 sept 2010
mataku smakin redup, rasa kantuk kembali menyerangku...uugh,,padahal harus menyelesaikan tugas yang seminggu lalu diberikan dosen. tapi dasar penganut prokrastinasisme...tugas yang bisa dikerjakan pada waktu weekend, akhirnya harus rela dikerjakan malam ini, sehari atau lebih tepatnya beberapa jam sebelum sang tugas dikumpul ke dosen dan didiskusikan.
huuft,,,lagi gak bisa konsen. jadinya, selama kurang lebih 2 jam ini, playlistku dari si cece (baca: laptop) setia menemaniku. artikel pendukung si tugas ini, sudah tersedia, tinggal dibaca kok. abis itu dipahami dan dimengerti lalu direview kembali sebagai hasil analisa kita. menulis kata review sebagai tugas sepertinya pekerjaan yang sangat gampang untuk dilakukan. maaf sodara-sodara anda salah. menulis adalah salah satu pekerjaan paling menguras tenaga dan pikiran, apalagi kalo ini menyangkut soal tugas!!!
kemauan dalam diriku untuk segera menyelesaikan tugas ini sudah terkumpul sekitar 37%...37% teman-teman....hahaha,,parah kan?
padahal tugas ini akan segera dikumpulkan dan didiskusikan kurang lebih 8 jam kedepan. halaman word yang niatnya buat ngerjain tugas, masih sama kondisinya saat dia pertama kali dibuka. hehehe...kasiaan yah wordnya...pasti nunggunya cape' deh.
artikel sudah ditangan, namun kantuk semakin menjadi-jadi menggodaku untuk segera mengakhiri aktivitas tengah malamku dan segera beristirahat. tapi...dasar pembangkang...kerjaannya tidak kelar-kelar juga. gak ada perubahan dari word semenjak 2 jam yang lalu.
parah banget kaan??
apa yang harus kulakukan, tugas yang 8 jam lagi harus dikumpul atau memutuskan untuk segera tidur.
TIDAK...
pikiran itu harus segera enyah dariku. prioritas utama kita adalah menyelesaikan masalah ini, dan mulai menunaikan keinginan untuk tidur.
addduh...mataku smakin ngntuk...tugas belum slesei...
aduh apa yang harus kulakukan?????
salam
ndah
2 sept 2010
mataku smakin redup, rasa kantuk kembali menyerangku...uugh,,padahal harus menyelesaikan tugas yang seminggu lalu diberikan dosen. tapi dasar penganut prokrastinasisme...tugas yang bisa dikerjakan pada waktu weekend, akhirnya harus rela dikerjakan malam ini, sehari atau lebih tepatnya beberapa jam sebelum sang tugas dikumpul ke dosen dan didiskusikan.
huuft,,,lagi gak bisa konsen. jadinya, selama kurang lebih 2 jam ini, playlistku dari si cece (baca: laptop) setia menemaniku. artikel pendukung si tugas ini, sudah tersedia, tinggal dibaca kok. abis itu dipahami dan dimengerti lalu direview kembali sebagai hasil analisa kita. menulis kata review sebagai tugas sepertinya pekerjaan yang sangat gampang untuk dilakukan. maaf sodara-sodara anda salah. menulis adalah salah satu pekerjaan paling menguras tenaga dan pikiran, apalagi kalo ini menyangkut soal tugas!!!
kemauan dalam diriku untuk segera menyelesaikan tugas ini sudah terkumpul sekitar 37%...37% teman-teman....hahaha,,parah kan?
padahal tugas ini akan segera dikumpulkan dan didiskusikan kurang lebih 8 jam kedepan. halaman word yang niatnya buat ngerjain tugas, masih sama kondisinya saat dia pertama kali dibuka. hehehe...kasiaan yah wordnya...pasti nunggunya cape' deh.
artikel sudah ditangan, namun kantuk semakin menjadi-jadi menggodaku untuk segera mengakhiri aktivitas tengah malamku dan segera beristirahat. tapi...dasar pembangkang...kerjaannya tidak kelar-kelar juga. gak ada perubahan dari word semenjak 2 jam yang lalu.
parah banget kaan??
apa yang harus kulakukan, tugas yang 8 jam lagi harus dikumpul atau memutuskan untuk segera tidur.
TIDAK...
pikiran itu harus segera enyah dariku. prioritas utama kita adalah menyelesaikan masalah ini, dan mulai menunaikan keinginan untuk tidur.
addduh...mataku smakin ngntuk...tugas belum slesei...
aduh apa yang harus kulakukan?????
salam
ndah
Agustus 31, 2010
bertanya untuk smua yang harus dipertanyakan
aaarrgghh,,,ada yang membenani pikiranku...
ini karena chatku dgn salah satu tmn lama...
yaah,,,tmn lama...waktu SMA dulu...tp smpai skrang alhamdulillah kita masih menjalin hubungan baik...
diakan sodara,,,
sebenarnya amat sngat ingin menulis isi chat ku dngn dia,,,tp keraguanku masih amat sngt besar untuk menunaikan hal itu.
karena chatku dgn si tengik itulah...smpai skrng muncul pertanyaan besar dalam benakku...
dan untuk hal ini, sy harus mencari orang yang rela menjawab smua pertanyaanku ini. tp jika ditilik lagi...pertanyaan ini sebnarnya bisa saya jawab sndiri. tp saya membutuhkan jawaban dan penjelasan logis dari orang yang betul-betul memahami masalah ini.
maka,,,,saat ini saya mencari orang dan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini.
SEKIAN
??????
**tulisan yang anehkan?? saya juga berasa kyk gitu kok...hehehe**
ini karena chatku dgn salah satu tmn lama...
yaah,,,tmn lama...waktu SMA dulu...tp smpai skrang alhamdulillah kita masih menjalin hubungan baik...
diakan sodara,,,
sebenarnya amat sngat ingin menulis isi chat ku dngn dia,,,tp keraguanku masih amat sngt besar untuk menunaikan hal itu.
karena chatku dgn si tengik itulah...smpai skrng muncul pertanyaan besar dalam benakku...
dan untuk hal ini, sy harus mencari orang yang rela menjawab smua pertanyaanku ini. tp jika ditilik lagi...pertanyaan ini sebnarnya bisa saya jawab sndiri. tp saya membutuhkan jawaban dan penjelasan logis dari orang yang betul-betul memahami masalah ini.
maka,,,,saat ini saya mencari orang dan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini.
SEKIAN
??????
**tulisan yang anehkan?? saya juga berasa kyk gitu kok...hehehe**
Agustus 28, 2010
selamat datang kembali
selamat datang kembali,,,blogku...catatanku... :D (girang)
setelah sekian lama mencampakkanmu karena ke-sotoy-anku mengotak-atik layoutmu--niatnya ingin membuatmu smakin bagus apa daya malah jadi ancur-- jadi maafkan yah,,,
terima kasih buat blogger.com yang tlah memberikan aplikasi baru buat saya (khususnya) yang gaptek dan sok tau soal blog-membloging...akhirnya dengan ini,,,tampilan si catatan jadi bagus deh (baca normal).
doakan saja dengan tampilan barumu,,,saya kembali termotivasi untuk menuliskan catatan-catatan saya yang memang agak "sedikit" aneh dan ancur.
sekedar info, saya tidak memiliki keinginan untuk orang lain bersedia membaca tulisan saya,
saya hanya memanfaatkan media yang ada untuk menyalurkan semua pemikiran, uneg-uneg, curhatan, dan ocehan-ocehan tidak jelasku.
kalaupun ada orang yang masih nekat membaca tulisan ajaibku ini, saya ucapkan amat banyak terima kasih skali karena sudah memberanikan diri membaca tulisanku.
sekedar info, ada baiknya jika anda telah membaca tulisan-tulisan saya, segeralah perbanyak istighfar dan segera periksakan kesehatan fisik dan jiwa anda ke dokter atau orang yang ahli di bidang itu,,,hehehe
akhir kata, (berlaku hanya untuk postingan ini) slamat datang tampilan baru...
slamat datang smangat baru,,,
ohohohohoo,,,,
salamku untukmu dariku yang terdalam dan paling ikhlas
ndah
Juni 01, 2010
puisi cinta terindah
Ini adalah puisi cinta terindah yang pernah kubaca dari seseorang yang benar2 mencintai pasangannya dengan tulus,,,
pasangan yang menjadi panutan buatku...
pak Habibie dan ibu Ainun Habibie,
walaupun sang kekasih--ibu Ainun-- tlah berpulang kepadaNya
beliau selalu setia dan menjaga cintanya
ini adalah puisi terakhir yang ditulis Pak Habibie untuk almarhumah istrinya
walaupun kebenarannya masih dipertanyakan.
tapi bagaimana pun juga...saya menyukai puisi ini
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….
semoga pasanganku kelak seperti beliau...aamiin
sumber : http://kerajaanagama.wordpress.com/2010/05/27/puisi-cinta-buat-ibu-ainun-habibie/
Langganan:
Postingan (Atom)

